Sebut saja namanya Mawar. Menurut saya orang semacam dia bisa saja dikelompokkan ke dalam orang-orang alay yang selalu mencari perhatian.
Dalam berita itu katanya dia sedang "Disembah" oleh asistennya.Yah, walau katanya itu hanya "Joke" saja, tapi pandangan masyarakat Indonesia menjadi Negatif hanya dalam beberapa jam saja.
Yah, kita semua tahu dia seorang artis, dan yang namanya artis kalau sudah tidak terkenal lagi pasti akan mencari cara agar dirinya bisa dibicarakan orang banyak (lagi). Dan salah satu caranya bisa dengan membuat hal-hal "aneh" atau bahkan menyimpang seperti itu.
"Kita hidup di negara para komentator"
Jangan heran jika apa yang dilakukan Mawar akan mendapatkan cibiran, cemoohan, atau apalah namanya itu. Selain karena dia memang melakukan sesuatu yang diluar batas kewajaran, juga karena kita hidup di negara para komentator yang setiap orang akan mengeomentari apa yang dia lakukan.
Bagaimana Caranya Menanggapi Orang-orang Alay?
Bagi saya sendiri untuk menanggapi seseorang seperti Mawar bisa dilakukan dengan satu cara.
1. Jangan pernah mengomentari dia yang alay
Jika ada orang-orang alay yang mulai "Kumat" penyakitnya, yang harus kita lakukan adalah DIAM, DIAM, dan DIAM!
Terkadang jika ada orang alay mulai kumat, kita akan sibuk mengomentari dia, sibuk memperhatikan dia, dan itulah yang salah dari kita. Cobalah sekali-kali untuk menjadi Apatis. Karena jika kita sibuk dengan apa yang dia lakukan, pastinya dia juga akan senang karena kita sudah terpengaruh.
Nah, dengan diam itu dia akan berpikir untuk segera "Bertobat" dan kita tidak perlu capek-capek memikirkan mereka.
Yah, setidaknya itulah yang saya lakukan jika ada orang alay mulai kumat penyakitnya, terkadang berhasil dan juga tidak. Biasanya mereka yang alaynya sudah mendekati "agak" gila tidak akan terpengaruh dengan cara ini.
Ya.. sudahlah





